Ada yang tahu apa itu Senyawa Ester?
Atau mungkin pernah menemukannya dalam kehidupan sehari-hari? Nah, kali ini
saya akan sedikit menuliskan tentang semua itu, setidaknya yang saya tahu saja.
Mari kita lihat lebih jauh.
Dari Wikipedia; Dalam
kimia, ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian
satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik
(biasa dilambangkan dengan R'). Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya
memiliki gugus -OH yang hidrogennya (H) dapat menjadi ion H+.
Senyawa-senyawa
ester
Banyak ester memiliki bau seperti bau buah-buahan, sehingga banyak senyawanya dijadikan perasa dan aroma buatan.
Banyak ester memiliki bau seperti bau buah-buahan, sehingga banyak senyawanya dijadikan perasa dan aroma buatan.
Ester merupakan senyawa
turunan asam alkanoat, dengan mengganti gugus hidroksil (–OH) dengan gugus
–OR1. Sehingga senyawa alkil alkanoat mempunyai rumus umum:R-COOR1.
R dan R1 merupakan gugus alkil, bisa sama atau tidak.
Contoh :
1) CH3–COO–CH3 R = R1 yaitu CH3
2) CH3–CH2–COO–CH3 R = CH3–CH2(C2H5)dan R1=CH3
R dan R1 merupakan gugus alkil, bisa sama atau tidak.
Contoh :
1) CH3–COO–CH3 R = R1 yaitu CH3
2) CH3–CH2–COO–CH3 R = CH3–CH2(C2H5)dan R1=CH3
Tata Nama
Untuk memberi nama senyawa ester, disesuaikan dengan nama asam alkanoat asalnya, dan kata asam diganti dengan kata dari nama gugus alkailnya.
Untuk memberi nama senyawa ester, disesuaikan dengan nama asam alkanoat asalnya, dan kata asam diganti dengan kata dari nama gugus alkailnya.
Sifat – Sifat Alkil
Alkanoat
Senyawa – senyawa ester antara lain mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1) Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-buahan.
2) Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air
3) Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya.
4) Ester merupakan senyawa karbon yang netral
5) Ester dapat mengalami reaksi hidrolisis
Contoh :
R–COOR1 + H2O -----------> R–COOH + R1–OH
Ester As. Alkanoat Alkohol
6) Ester dapat direduksi dengan H2 menggunakan katalisator Ni dan dihasilkan dua buah senyawa alkohol.
Contoh :
R–C OOR1 + 2 H2 → R–CH2–OH + R1–OH
Ester Alkohol Alkohol
7) Ester khususnya minyak atau lemak bereaksi dengan basa membentuk garam (sabun) dan gliserol. Reaksi ini dikenal dengan reaksi safonifikasi / penyabunan.
Senyawa – senyawa ester antara lain mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1) Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-buahan.
2) Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air
3) Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya.
4) Ester merupakan senyawa karbon yang netral
5) Ester dapat mengalami reaksi hidrolisis
Contoh :
R–COOR1 + H2O -----------> R–COOH + R1–OH
Ester As. Alkanoat Alkohol
6) Ester dapat direduksi dengan H2 menggunakan katalisator Ni dan dihasilkan dua buah senyawa alkohol.
Contoh :
R–C OOR1 + 2 H2 → R–CH2–OH + R1–OH
Ester Alkohol Alkohol
7) Ester khususnya minyak atau lemak bereaksi dengan basa membentuk garam (sabun) dan gliserol. Reaksi ini dikenal dengan reaksi safonifikasi / penyabunan.
Kegunaan Ester
ester banyak digunakan dalam kehiduapn sehari-hari antara lain :
1) Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk damar dan lak
2) Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat menghasilkan poliester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.
3) Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen pada makanan antara lain :
Tabel CONTOH AROMA SENYAWA ESTER
ester banyak digunakan dalam kehiduapn sehari-hari antara lain :
1) Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk damar dan lak
2) Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat menghasilkan poliester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.
3) Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen pada makanan antara lain :
Tabel CONTOH AROMA SENYAWA ESTER
Ester
memiliki beberapa sifat, yaitu:
1. Sifat Fisis
1. Sifat Fisis
·
Lebih polar
dari eter tapi kurang polar dibandingkan alkohol
·
Semakin
panjang rantainya, ester semakin tidak larut dalam air
·
Dalam ikatan
hidrogen, ester berperan sebagai akseptor hidrogen, tapi tidak dapat berperan
sebagai donor hidrogen
·
Lebih
volatil dibandingkan asam karboksilat dengan berat molekuler yang sama
2. Sifat
Kimia
·
Dapat
mengalami hidrolisis
·
Dapat
mengalami reaksi penyabunan
Reaksi-reaksi ester:
1. Hidrolisis
1. Hidrolisis
Ester
terhidrolisis dalam suasana asam membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi
hidrolisis ini merupakan kebalikan dari reaksi esterifikasi / pembentukan
ester. Adapun reaksinya dapat ditulis sebagai:
CH3-COO-C2H5 + H2O → CH3COOH + C2H5OH
CH3-COO-C2H5 + H2O → CH3COOH + C2H5OH
2. Saponifikasi / penyabunan
Ester,
khususnya ester lemak dan minyak, dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH
atau KOH menghasilkan sabun. Reaksi ini disebut saponifikasi atau penyabunan.
Hasil samping reaksi ini adalah gliserol.
Berdasarkan
jenis asam dan alkohol penyusun, ester dapat dikelompokkan dalam 3 golongan,
yaitu ester buah-buahan, lilin, serta lemak dan minyak. Berikut adalah ketiga
golongan tersebut:
1. Ester buah-buahan
Ester dari asam karboksilat suku rendah dengan alkohol
suku rendah akan membentuk ester dengan 10 atau kurang atom C. Ester ini pada
suhu kamar akan berbentuk zat cair yang mudah menguap dan memiliki aroma khas
yang harum. Karena banyak ditemukan di buah-buahan atau bunga, ester jenis ini
disebut sebagai ester buah-buahan. Contohnya adalah:
Etil format beraroma rum
Isopentil asetat beraroma pisang
Etil butirat beraroma nanas
Metil salisilat beraroma sarsaparila
Propil asetat beraroma pirn-Oktil asetat beraroma jeruk manis Metil butirat beraroma apel.
Etil format beraroma rum
Isopentil asetat beraroma pisang
Etil butirat beraroma nanas
Metil salisilat beraroma sarsaparila
Propil asetat beraroma pirn-Oktil asetat beraroma jeruk manis Metil butirat beraroma apel.
2. Lilin
Lilin atau wax adalah ester dari asam
karboksilat berantai panjang dengan alkohol berantai panjang juga. Beberapa
jenis lilin tersebut contohnya:
Lilin lebah
dari sarang lebah memiliki rumus C22,25H47,51COOC32,34H65,69
Spermacet dari rongga kepala ikan paus memiliki rumus C15H31COOC16H33
Carnacauba dari daun palem Brazil memiliki rumus C25,27H51,55COOC30,32H61,65
Spermacet dari rongga kepala ikan paus memiliki rumus C15H31COOC16H33
Carnacauba dari daun palem Brazil memiliki rumus C25,27H51,55COOC30,32H61,65
Namun perlu
diperhatikan bahwa lilin yang dimaksud di sini bukan lilin yang sering dipakai
ketika mati lampu ya, karena lilin tersebut termasuk golongan hidrokarbon
parafin, bukan ester.
3. Lemak dan
minyak
Lemak merupakan ester dari gliserol dengan asam-asam
karboksilat suku tinggi. Lemak merupakan salah satu golongan ester yang paling
banyak terdapat di alam. Adapun contoh lemak adalah lemak sapi, sedangkan
contoh minyak adalah minyak jagung dan minyak kelapa. Apa yang membedakan lemak
dan minyak? Lemak pada suhu kamar memiliki bentuk padat sedangkan minyak
berbentuk cair, serta lemak bersumber dari hewan sedangkan minyak bersumber
dari tumbuhan.
Sumber: Michael Purba (“Kimia Untuk SMA Kelas XII”)
Sumber: Michael Purba (“Kimia Untuk SMA Kelas XII”)
Diatas sudah di jelaskan beberapa sipat Ester, yang salah satunya sifat Fisis ester yaitu : "Semakin panjang rantainya, ester semakin tidak larut dalam air"
BalasHapusdari itu saya memiliki beberapa pertanyaan,
1. Semakin panjang rantainya, ester semakin tidak larut dalam air, nah mengapa demikian?
2. adakah penyebab lainnya?
3. bagaimana cara memutus rantai itu supaya ester larut dalam air?
saya sedikit kebingungan, tolong dibantu ya?
yang mana sajalah,,
menurut saya pertnyaan no 1. ini di mungkinkan dari komponen penyusun nya sendiri. maksud nya adalah ester sendiri di bentuk dari mereaksikan asam karboksilat dan alkohol ,nah alkohol dan asam karboksilat itulah yang menyebabkan ester sukar larut dalam air.
BalasHapusuntuk pertanyaan ke 3. solusi nya adalah seperti ini . menurut artikel yang pernah saya baca bahwa Ester merupakan satu-satunya zat dalam campuran yang tidak membentuk ikatan hidrogen, sehingga memiliki gaya antar-molekul yang paling lemah. jadi solusinya dapat memanaskan ester pada suhu tinggi ataupun juga dengan metode distilasi fraksional.
demikian jawaban saya semoga dapat membantu terima kasih
Untuk pertanyaan no. 1
BalasHapusDari sebuah sumber dikatakan bahwa semakin panjang gugus alkil, maka akan semakin berkurang kepolarannya. Jadi untuk permasalahan yang saudara Andri ajukan mengenai penyebab semakin tidak larutnya ester dalam air apabila rantainya semakin panjang, menurut analisis saya dengan semakin bertambahnya panjang rantai, hal itu menyebabkan semakin besar pula massa molekul relatifnya sehingga menyebabkan kepolarannya berkurang ,akibatnya kelarutannya dalam air juga semakin berkurang.
karena semakin bertambah panjang rantai maka berat molekul akan semakin bertambah pula sehingga kelarutan nya dalam air akan bertambah kecil (sukar),selain itu ester merupakan senyawa non polar (lifofilik) yakni senyawa yg sukar larut dalam air.
Hapusuntuk pertanyaan no. 3
BalasHapusuntuk memutuskan rantai ester kemungkinan besar dengan cara di panaskan dan kemudian di lakukan destilasi. di karenakan ester tidak dapat membentuk ikatan hidrogen, dan menyebabkan gaya anatar-molekulnya menjadi sangat lemah. Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat, anda bisa memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat, dan memisahkan ester melalui distilasi sesaat setelah terbentuk.Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat,perlu memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat, dan memisahkan ester melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. sedangkan Ester-ester yang lebih besar cenderung terbentuk lebih lambat. Dalam hal ini, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat, alkohol, air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional.Ester-ester yang lebih besar cenderung terbentuk lebih lambat. Dalam hal ini, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat, alkohol, air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional.
terimakasih...